
Boston, Penderita migrain biasanya menghindari cahaya untuk mengurangi sakit kepala sebelah yang sedang kumat. Kenapa cahaya memperburuk kondisi migrain?
Migrain adalah sakit kepala yang dirasakan di salah satu sisi bagian kepala saja, penyakit ini bahkan bisa menyebabkan penderitanya mengalami mual-mual.
Ilmuwan dari Harvard menemukan adanya jalur visual yang menjadi dasar kepekaan penderita migrain terhadap cahaya. Cahaya ini bisa memicu reaksi di sekelompok neuron yang masih aktif di otak untuk beberapa waktu.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Nature Neuroscience mengungkapkan orang buta karena faktor degenaratif yang mengalami migrain mempunyai kepekaan terhadap cahaya atau ketakutan untuk difoto.
Berdasarkan pengamatan didapatkan sinyal dari cahaya tersebut ditransmisikan dari retina melalui saraf optik, namun belum diketahui dengan pasti mengapa bisa memperburuk rasa sakit di kepala.
Peneliti menganalisis 20 orang penderita migrain yang buta dan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama buta sama sekali akibat penyakit seperti kanker atau glaukoma, pasien ini tidak dapat melihat gambar atau merasakan cahaya. Sedangkan kelompok kedua mengalami kebutaan akibat penyakit degeneratif retina, meskipun tidak bisa melihat gambar tapi bisa mendeteksi keberadaan dari cahaya.
Pasien pada kelompok kedua mengalami peningkatan rasa sakit saat terkena cahaya, sementara kelompok pertama tidak menunjukkan bertambah parahnya rasa sakit jika terpapar cahaya.
"Ini menunjukkan adanya keterlibatan saraf optik, karena pada kelompok pertama saraf optik tidak membawa sinyal cahaya ke otak," ujar Profesor Rami Burstein, dari Beth Israel Deaconess Medical Centre di Boston, AS, seperti dikutip dari BBC, senin (11/1/2010).
Peneliti juga menemukan sekelompok sel-sel retina mengandung melanopsin fotoreseptor (membantu mengontrol fungsi biologis tubuh, termasuk saat tidur dan bangun) yang secara kritis terlibat dalam proses ini.
Sakit migrain dipercaya akibat membran yang mengelilingi otak dan sistem saraf pusat terganggu. Hal ini merangsang reseptor rasa sakit dan memicu serangkaian kejadian yang mengarah ke aktivasi berkepanjangan dari kelompok neuron sensoris.
"Ketika elektroda kecil dimasukkan ke dalam 'migrain neuron', kami menemukan bahwa cahaya ini dapat memicu aliran sinyal-sinyal listrik yang berkumpul di sel tersebut. Hal ini bisa membantu menjelaskan kenapa rasa sakit pasien migrain meningkat setelah beberapa detik terkena cahaya," ujar Profesor Burstein.
sumber detik.com







Follow us on Twitter
Fan us on Facebook
0 komentar:
Posting Komentar