
nderita penyakit ringan di sela-sela kesibukan sehari-hari menjadi hal yang biasa terjadi. Tetapi ada baiknya berhati-hati jika mengalaminya terlalu sering.
Para dokter menemukan, penyakit ringan biasanya berpasangan atau menyembunyikan penyakit berat yang jauh lebih berbahaya. Penyakit ringan yang sering disebut penyakit bayangan ini sebenarnya berkaitan atau memicu penyakit lain. Berikut beberapa penyakit tersebut.
- Migrain
Gejala migrain secara rutin terutama adanya gangguan visual yang menyertai sakit kepala, merupakan peringatan adanya penyakit jantung atau stroke. Makin sering mengalami migrain, peluang terserang stroke atau jantung makin besar. Orang yang menderita migrain sebulan sekali memiliki risiko 50 persen lebih besar terserang jantung daripada orang tanpa migrain.
Tobias Kurth, Asisten Profesor pada Fakultas Kedoteran Harvard mengatakan, hingga saat ini belum ada penelitian yang mampu mencegah atau menurunkan gejala migrain atau serangan jantung. Bagi penderita migrain, Anda harus menjaga kesehatan jantung dengan menjaga level kolesterol dan kegemukan. Lakukan diet dan olahraga serta kurangi alkohol dan rokok.
- Endometriosis
Wanita yang mengidap endometriosis (kista yang berada dalam jaringan rahim atau di luar rahim) memiliki 62 persen peluang terjangkit penyakit melanoma (kanker kulit). Para ahli belum menemukan mengapa endometriosis dan kanker kulit, umumnya menyerang bersamaan. Namun ada dugaan penyakit ini diturunkan secara genetik.
Apabila Anda sedang mengidap endometriosis, lebih baik periksakan juga apakah Anda terkena penyakit kulit. Lakukan pemeriksaan silang dengan memeriksa tahi lalat yang tumbuh di kulit. Jika memang benar, jangan khawatir . Melanoma dapat diobati jika terdeteksi sejak dini.
- Tekanan Darah Tinggi
Sejak lama dokter menilai ada hubungan antara tekanan darah tinggi dan diabetes. Dua penyakit ini sering muncul bersamaan, terutama pada pasien dengan kelebihan berat badan (obesitas).
Sebuah penelitian tim Brigham dan Harvard yang melibatkan 38.000 wanita selama 10 tahun menemukan hipertensi meningkatkan resiko terjadinya diabetes, berapapun massa indeks tubuh (BMI) yang Anda miliki.
David Conen, peneliti dari Brigham mengatakan dua penyakit ini menyebabkan naiknya resiko peradangan dan gangguan pada pembuluh darah karena sel darah menyebar dan merusak jaringan.
Jika Anda memiliki hipertensi, sebaiknya periksa apakah Anda juga mengidap diabetes. Perubahan gaya hidup membantu mencegah terjadinya diabetes dengan meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi garam, menurunkan berat badan, dan makan menu sehat.
- Psoriasis
Luka yang menimbulkan rasa gatal diperkirakan berkaitan dengan risiko meningkatnya serangan jantung.
Studi terhadap 500.000 orang selama lima tahun menyimpulkan risiko timbulnya jantung berkaitan dengan beberapa jenis psoriasis. Pada kasus kulit tertentu, peluang terkena serangan jantung naik dua kali lipat.
"Kekurangan imunitas yang memicu psoriasis menyebabkan peradangan yang akhirnya masuk ke arteri jantung," terang kepala peneliti Joel M. Gelfand dari Universitas Pennsylvania.
Untuk melindungi diri, selalu periksakan penyakit kulit yang menyebabkan peradangan. Bisa jadi inflamasi memicu penyakit jantung. Segera obati psoriasis dengan obat-obatan seperti Amevive ( atau alefacept untuk generik). Lakukan diet dan hidup sehat menurunkan resiko terkena psoriasis dan jantung.
- Gangguan Metabolisme
Gangguan metabolisme berkaitan dengan serangan jantung koroner, diabetes, bahkan kematian.
Sebuah studi terbaru mengungkapkan gangguan metabolisme akan meningkatkan resiko terjadinya batu ginjal. Berhati-hatilah jika Anda memiliki salahsatu faktir pemicu yakni kegemukan, tekanan darah tinggi, rendah asam lemak HDL (kolesterol baik), dan rendahnya toleransi glukosa. Resiko terkena ginjal naik 54 jika Anda memiliki dua pemicu diatas dan naik menjadi 70 persen jika Anda memiliki tiga dari lima pemicunya.
Untuk melindungi diri, hindari kegemukan yang menyebabkan gangguan metabolisme dan batu ginjal. "Sebagian orang yang menderita kegemukan biasanya mengkonsumsi protein dan sodium lebih banyak. Kurangi ukuran pinggang untuk menghindari resiko serangan batu ginjal," ujar salah seorang peneliti, Bradford Lee West.
- Asma
Serangan asma berhubungan erat dengan masalah psikologi, termasuk depresi dan kegugupan. Studi yang dilakukan 2004 lalu menemukan 18 persen pasien asma mengalami tekanan mental. "Hal ini menjadi perdebatan selama 20 tahun tetapi alasan ini sekarang lebih diterima," terang Bruce G. Bender, Profesor Psikiatri Universitas Colorado.
Penelitian terhadap veteran perang yang menderita trauma menunjukkan adanya serangan asma dua kali lipat dibandingkan dengan veteran yang tidak mengalami trauma. "Satu kondisi dapat memicu kondisi lainnya terjadi. Kesulitan bernapas membuat kegugupan bahkan depresi. Masalah psikologi menyebabkan asma memburuk."
Jika merasa memiliki asma dan gangguan kejiwaan, sebaiknya periksakan diri dan segera obati. Hanya mengobati salah satunya atau mendiamkan saja akan memperburuk kondisi Anda.
VIVAnews







Follow us on Twitter
Fan us on Facebook
0 komentar:
Posting Komentar